oleh

Kecemasan Berlebihan

Kecemasan berlebihan adalah munculnya rasa cemas dan khawatir berlebihan yang tidak terkendali dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan ini sering terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun. Gangguan kecemasan diklasifikasikan sebagai neurosis hampir sepanjang abad ke-19. Istilah neurosis diambail dari kata yang berarti suatu kondisi abnormal atau sakit dari sistem saraf. Ciri-ciri kecemasan yang biasa muncul adalah sebagai berikut :

  1. Ciri-ciri fisik : kegelisahan, gugup, tangan atau anggota tubuuh bergetar, banyak berkeringat, pening, sulit berbicara dan bernapas, suara bergetar, jari-ajari atau anggota tubuh dingin, sakit perut atau mual, sering buang air kecil, wajah terasa memerah dan diare.
  2. Ciri-ciri behavioral : perilaku menghindar, perilaku melekat dan dependen dan perilaku terguncang.
  3. Ciri-ciri kognitif : khawatir tentang sesuatu, ketakutan atau aprehensi terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan, terpaku pada sensai tubuh, kehilangan kontrol, berpikir akan segera mari, sulit konsentrasai, dan berpikir bahwa dunia akan runtuh.

Penyebab 

hipnoterapi online
  • memiliki riwayat trauma, peristiwa yang membuat stress sepeti bullying atau perundungan.
  • memliki keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan
  • memiliki penyakit yang memerlukan pengobatan jangka panjang.
  • memiliki riwayat penggunaan obat-obatan terlarang atau mengkonsumsi minuman keras.
  • memiliki riwayat gangguan pada sisem saraf.

Gejala 

Gangguan kecemasan berlebihan disebut juga anxiety adalah hal yang wajar pada kondisi tertentu. Namun, jika perasaan tidak terkendali, berlebihan bahkan sampai mengganggu aktivitas bisa dipastikan anda mengalamai gangguan kecemasan berlebihan. Gejala yang biasanya muncul diantaranya :

  • muncul rasa cemas dan khawatir berlebihan pada kondisi yang tidak khas.
  • muncul pikiran berlebih tentang rencana dan solusi dalam setiap kemungkinan terburuk yang belum tentu muncul.
  • mudah tersinggung, gelisah, gugup, dan tersudut.
  • ragu-ragu, takut, dan sulit untuk mengambil keputusan.
  • sulit berkonsentrasi.

Cara Mengatasi 

Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif bertujuan agar penderita mengenali dan mengubah pola pemikiran dan perilaku yang penyebab cemas. Terapi ini akan membantu penderita agat tidak mengubah suatu pikiran biasa menjadi pikiran yang negatif dan mampu melihatnya secara realistis. Terapi ini berlangsung kurang lebih 1 jam setiap minggu, untuk menjalani 1 sesi terapi CBT selama 3-4 bulan. Pada saat sesi terapi CBT, psikiater atau psikolog juga akan mengajarkan teknik relaksasi agar pasien mampu lebih tenang saat menghadapi situasi yang bisa memicu munculnya rasa cemas.

Penggunaan obat-obatan

Beberapa jenis obat yang biasa diberikan antara lain:

  • Antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) digunakan untuk meningkatkan serotonin di otak, sedangkan serotonin and noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI) digunakan untuk meningkatkan serotonin dan noradrenaline otak.
  • Pregabalin,  meski lebih dikenal sebagai obat untuk mengatasi kejang pada epilepsi dan nyeri neuropati, pregabalin juga bisa digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan.
  • Benzodiazepine, tujuan pemberian obat ini adalah meredakan gejala dan keluhan gangguan kecemasan umum dalam waktu singkat.

Pemeriksaan rutin harus dilakukan dengan dokter setiap 2-4 minggu sekali pada 3 bulan pertama sejak penggunaan obat-obatan. Selain terapi perilaku kognitif dan penggunaan obat-obatan penderita bisa melakukan beberapa kegiatan untuk meringankan gejala seperti, olahraga teratur, melakukan teknik relaksasi, menghindari kafein, rokok dan konsumsi minuman keras.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber :

Nevid, Jeffrey S, dkk. 2005. Psikologi Abnormal edisi kelimaJilid 1. Jakarta: Erlangga.

alodokter dot com

 

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed