oleh

Apa itu Diskalkulia ? Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Diskalkulia adalah kondisi ketika seseorang kesulitan dalam memahami dan mempelajari konsep-konsep matematika dasar, baik itu menghafal angka (tanggal, nomer telepon, atau nomer rumah), menghitung, mengelompokkan angka, serta memahami sistem penomoran. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), tapi diskalkulia bukanlah gangguan mental.

Ciri-ciri anak mengalami diskalkulia :

hipnoterapi online
  1. Panik setiap kali bertemu pelajaran matematika atau kecewa jika menemukan permainan atau game yang membutuhkan kemampuan berhitung
  2. Masih menghitung dengan jari ketika anak lain seusianya sudah tidak lagi melakukannya
  3. Sulit memperkirakan ukuran, misalnya berapa tinggi sesuatu atau berapa lama perjalanan dari satu tempat ke tempat lain
  4. Sulit memahami perhitungan matematika dasar, seperti pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
  5. Sulit menghubungkan antara angka dengan kata yang mewakilinya (1 dengan ‘satu’)
  6. Sulit menghitung uang dan kembalian
  7. Sulit membaca jam dan mengingat kombinasi angka seperti nomor telepon
  8. Kesulitan mengikuti petunjuk bertahap dan mengenali pola
  9. Bingung dengan angka yang mirip, seperti 75 dan 57
  10. Bisa mengerjakan soal matematika pada suatu hari, tapi keesokan harinya sama sekali lupa caranya

Bagaimana mendampingi anak yang mengalami diskalkulia ?

Untuk mengetahui apakah Si Kecil benar-benar mengalami diskalkulia atau tidak, ia harus melakukan serangkaian tes. Umumnya, tes yang dilakukan meliputi kemampuan matematika dasar, kelancaran dalam mengingat matematika dasar, kemampuan berhitung menulisnya, dan kemampuan untuk memahami kata.

Jika anak tertinggal dalam pelajaran Matematika bukan berarti ia mengalami diskalkulia. Periksakan Si Kecil ke dokter untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan lain, seperti gangguan penglihatan atau pendengaran sehingga kesulitan memahami penjelasan guru.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendampingi anak yang mengalami diskalkulia :

1. Mengenali gaya belajar yang tepat

Cobalah bantu Si kecil dalam mempelajari matematika dengan pendekatan lain. Seperti, menggunakan benda yang dapat dilihat dan disentuh untuk membantu memahami pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

2. Membicarakan kondisi ini dengan guru di sekolah

Guru sekolah harus mengerti keadaan Si Kecil. Dengan begitu, Bunda bersama guru dapat bekerja sama untuk menemukan pendekatan lain untuknya. Selain itu, dengan mengerti kondisi ini guru bisa memberikan kompensasi untuk mengerjakan tugas dan ulangan di sekolah.

3. Memuji setiap usaha anak

Beri pujian tiap kali ia berusaha dalam belajar matematika. Puji Si Kecil saat ia memperlihatkan nilai ulangan matermatikanya yang meningkat, meskipun nilainya masih di bawah rata-rata.

4. Membantu anak mengelola kecemasan

Bunda dapat membantu Si Kecil menerima kelemahannya, serta mengenali dan mendukung kekuatannya di bidang lain. Ajak Si Kecil berbicara mengenai hal ini, sehingga ia mampu mengatasi kecemasan yang ia rasakan.

Jika anak anda atau orang terdekat mengalami kecemasan akibat kesulitan belajar, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau terapis untuk mendapatkan solusi dengan tepat. Anda bisa membuat janji dengan terapis di www.hipnoterapi.id  jika terkendala jarak dan waktu, anda juga bisa mengikuti sesi terapi secara online jarak jauh, untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi WhatsApp berikut https://wa.me/message/4MZ2JVSFY74JH1 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : alodokter dot com

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed