Kecanduan alkohol merupakan suatu kondisi dimana tubuh menjadi bergantung pada alkohol dan sulit mengendalikan kuantitas konsumsinya. Kondisi ini biasa disebut dengan alkoholisme atau gangguan penggunaan alkohol / alcohol use disorder. Seseorang yang kecanduan alkohol tidak akan berhenti mengonsumsi alkohol meski kebiasaannya menyebabkan masalah pada dirinya atau bahkan bisa muncul gejala putus zat bila orang tersebut menghentikan konsumsi alkohol.

Penyebab 

hipnoterapi online

Faktor-faktor yang memperngaruhi seseorang menjadi pecandu alkohol diantaranya faktor genetik, faktor psikologis dan sosial. Stres yang dialami seseorang menjadi faktor psikologis yang mengakibatkan seseorang mengalami kecanduan alkohol. Faktor sosial, seperti dorongan dari orang lain untuk minum alcohol, serta ketersediaan alkohol, juga ikut mempengaruhi. Seseorang yang memiliki keluarga pecandu alkohol juga lebih rentan untuk kecanduan alkohol. Kecanduan alkohol akan membuat perubahan kimia pada otak sehingga meningkatkan sensasi kepuasan saat penderita mengonsumsi alkohol, hal ini akan memicu minum lebih sering. Saat sensasi kepuasan hilang pecandu akan minum lagi untuk mencegah gejala putus zat.

Gejala 

Evaluasi psikologis dengan menggunakan kuisioner bisa digunakan agar dokter mengetahui gejala, pemikiran, perasaan, dan perilaku pasien. Seseorang yang kecanduan alkohol umumnya tidak pernah kehilangan keinginan untuk terus mengonsumsi alkohol. Waktunya banyak dihabiskan untuk mendapatkan dan mengonsumsi alkohol, bahkan bisa meninggalkan aktivitas yang penting hanya untuk melakukan kebiasaannya tersebut.

Penderita kecanduan alkohol sering mencoba untuk mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol. Namun, usahanya cenderung akan gagal karena biasanya pecandu akan merasakan disforia, yaitu ketidakbahagiaan atau ketidakpuasan yang mendalam, ketika mencoba mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol terus berlanjut meski kebiasaan tersebut menimbulkan masalah di hidupnya. Seseorang pecandu alkohol akan merasa jumlah alkohol yang biasa dikonsumsi sudah tidak menghasilkan efek lagi baginya. Akibatnya, penderita mengonsumsi alkohol lebih banyak untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Namun, saat efek alkohol menghilang, penderita akan mengalami gejala putus zat, seperti gangguan tidur, tremor, gelisah, mual, berkeringat terus menerus, jantung berdebar, halusinasi dan kejang.

Cara Mengatasi

Berhenti mengonsumsi alkohol sangat disarankan untuk pasien dengan kerusakan hati atau liver, pasien dengan penyakit jantung, pasien yang sedang hamil, dan pasien yang sedang mengonsumsi obat yang bereaksi negatif terhadap alkohol. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecanduan alkohol diantaranya :

  1. Konseling dengan psikolog atau psikiater, baik sendiri maupun dalam kelompok, akan membantu pasien memahami masalah kecanduannya.
  2. Detoksifikasi untuk penderita yang mengalami gejala putus zat yang berat dan membutuhkan penanganan medis. Gejala putus zat akan berlangsung parah dalam 48 jam, namun akan membaik seiring alkohol terbuang dari tubuh.
  3. Terapi obat-obatan dokter akan meresepkan obat seperti naltrexone, acamprosate, atau disulfiram untuk membantu proses pemulihan kecanduan alkohol.
  4. Pemulihan di rumah fokuslah untuk meninggalkan kebiasaan lama dan mulai menjalani gaya hidup sehat. Mulailah tidur lebih awal dan rutin berolahraga. Tinggalkan aktivitas lama yang berkaitan dengan alkohol.

 

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed