Obsesif Kompulsif : Merasa Ragu dan Mengulangi Suatu Perilaku

Obsesif berkaitan dengan pikiran, gagasan, bayangan, atau impuls yang menetap (terus menerus) pada diri seseorang, sedangkan kompuilsif berkaitan dengan tindakan atau pengulangan perilaku dimana seseorang merasa “harus” melakukannya. Obsesif kompulsif menggambarkan kondisi dimana seseorang memikirkan suatu hal yang dikehendaki secara terus menerus atau hal yang menyebabkan dilakukannya tindakan-tindakan yang bersifat rutin, tindakan ini bersifat irasional dan tidak dapat dikendalikan.

Gangguan obsesif kompulsif dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak hingga dewasa, namun gangguan ini seringkali dimulai saat seseorang masih dalam usia muda. Puncak usia awal gangguan ini bagi laku-laki berada pada rentang usia 6-15 tahun, dan untuk perempuan pada rentang usia 20-29 tahun. Penderita gangguan ini mengetahui bahwa tindakannya terkadang tidak masuk akal, namun dengan melakukan tindakan yang berulang itu rasa khawatir mereka akan teratasi, mereka juga sulit untuk menerima pandangan atau saran dari orang lain meskipun itu keluarga mereka.

hipnoterapi online

Obsesif kompulsif merupakan penyakit ragu-ragu dimana penderitanya melakukan suatu perbuatan berulang kali, gangguan ini berkaitan erat dengan rasa cemas yang berlebihan, contohnya orang yang sering mengecek jendela/pintu berulang kali karena merasa ragu apakah jendela/pintu sudah terkunci dan biasanya penderita merasa cemas apabila jendela/pintu tidak terkunci nanti akan ada orang asing masuk, pencuri, dll. atau kasus lain seseorang yang mengecek barang bawaan berulang kali, mereka ragu-ragu apakah semua barang yang dibawa sudah ada didalam tas, apakah barang yang dibutuhkan sudah terbawa semua, mereka juga merasa cemas apabila ada barang yang tertinggal.

Terdapat beberapa perilaku lain yang berhubungan dengan gangguan obsesif kompulsif, diantaranya yaitu:

  1. Suka menimbun barang-barang kesenangan dirumah meskipun dirumah sudah penuh dengan barang-barang.
  2. Menghindari orang-orang yang dianggap bisa menyerang  pribadinya.
  3. Menghitung sesuatu berulang-ulang.
  4. Mengecek sesuatu berulang-ulang.
  5. Menyukai kerapian, apabila ada barang-barang yang berantakan, penderita akan sibuk membersihkan dan membereskannya sampai rapi, dan meskipun sudah rapi dipikirannya selalu terlintas beres-beres.
  6. Perfeksionis, namun terkadang dapat menghambat penyelesaian tugas/pekerjaan.
  7. Sering mengulang kata, gerakan atau melakukan kesenangan tertentu.
  8. Takut salah dalam melakukan suatu tindakan.
  9. Merasa takut tidak diterima oleh orang lain, takut menyakiti perasaan orang lain, dll.

Penderita obsesif kompulsif tidak memiliki alasan khusus mengapa mereka melakukan hal-hal tertentu secara berulang. Dikutip dari kompasiana dot com, menurut dokter Irmansayah, psikiater di RSCM menyatakan obsesif kompulsif seperti halnya halusinasi, sehingga orang lain tidak dapat memahami mengapa seseorang harus mencuci tangannya berkali-kali, karena seperti itulah otak mereka “menuruh-nya” maka mereka akan melakukannya. Penderit obsesif kompulsif akan lega setelah melakukan perintah otak, namun sebaliknya mereka akan merasa cemas apabila tidak melakukan obsesinya.

Gangguan ini dapat berubah menjadi lebih kronis jika tidak segera diatasi, gangguan ini dapat disembuhkan apabila penderita menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan tersebut dan orang-orang disekitarnya mendukung, sehingga penderita akan memiliki keinginan dan komitmen yang kuat untuk menjalani proses penyembuhan. Obsesif kompulsif dapat disembuhkan menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk menekan impuls dan menghilangkan kecemasan, pengobatan ini dapat ditunjang dengan terapi kognitif behavior dengan tujuan untuk melawan hal-hal yang dipikirkan dan belajar untuk mengendalikan tingkah laku.

Jika anda atau orang terdekat mengalami gangguan obsesif kompulsif yang berkepanjangan, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau terapis untuk mendapatkan solusi dengan tepat. Anda bisa membuat janji dengan terapis di www.hipnoterapi.id  jika terkendala jarak dan waktu, anda juga bisa mengikuti sesi terapi secara online jarak jauh, untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi WhatsApp berikut https://wa.me/message/4MZ2JVSFY74JH1 

 

 

 

 

 

*Sumber
Kompasiana dot com

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed