oleh

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

 ADHD atau Attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan anak-anak sulit memusatkan perhatian, memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga berdampak pada prestasi anak. Kondisi ini dipengaruhi oleh genetik dan juga lingkungan, dan bisa terjadi pada orang dewasa. Anak-anak yang mengalami trauma kelahiran, luka dibagian otak, atau mengalami keracunan memperlihatkan masalah perilaku dengan nama brain injured child syndrome yang terkadang dikaitkan dengan retardasi mental.

Gangguan ADHD dapat berpengaruh negatif terhadap kehidupan anak di sekolah, dirumah, dan komunitasnya. Taraf kecerdasan pada penderita gangguan ini umumunya bervariasi dari bawah rata-rata maupun lebih tinggi. Dengan berbagai keterbatasan tersebut anak dengan ADHD akan mengalami masalah perilaku, sosial, kognitif, akademik, emosional dan akan mengalami hambatan dalam aktualisasi potensi kecerdasannya.

hipnoterapi online

Faktor Penyebab 

  1. keturunan atau faktor genetik, beberapa anak penderita ADHD mempunyai kerabat dekat yang tampak memiliki gejala serupa.
  2. defisit neurotransmitter, dua neurotransmitter pada otak berpean dalam regulasi jumlah pembangkitan dan perhatian (noradrenaline dan dopamine). Komsumsi obat dapat mempengaruhi regulasi keduanya.
  3. kelambatan perkembangan sistem pembangkit di otak sehingga menyebabkan penderita tidak sensitif terhadap rangsang yang datang.
  4. perkembangan otak yang abnormal dan tidak berfungsinya lobus frontal yang merupakan area otak untukmengumpulkan input auditori dan visual yang berlebihan.

Cara Mengatasi 

ADHD dapat ditangani dengan kombinasi obat-obatan dan terapi khusus. Penanganannya membutuhkan kesiapan dan komitmen dari segi waktu, emosi dan keuangan. Meski tidak sepenuhnya menyembuhkan tapi beberapa jenis obat dan terapi dapat meredakan gejala yang timbuk, sehingga penderita mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.

1. Penanganan dengan obat-obatan

Obat yang akan diberikan adalan methylphenidate yang berkerja dengan menyeimbangkan senyawa kimia pada otak sehingga dapat meredakan gejala. Obat ini aman dikonsumsi anak-anak dengan pengawasan dokter. Jika penderita mengalami efek samping atau berisiko tinggi maka dokter akan memberikan obat lain seperti atomoxetine, amitriptyline, dan obat golongan agonis alfa seperti clonidine.

2. Penanganan melalui terapi

Terapi perilaku kognitif (CBT), terapi ini akan membantu penderita untuk mengubaj pola pikir dan perilaku saat menghadapi masalah atau situasi tertentu.

Terapi psikoedukasi, penderita akan diajak untuk berbagi cerita dalam terapi ini, misal tentang kesulitan mereka dalam mengatasi gejala. Terapi ini bertujuan agar nantinya penerita dapat menemukan cara yang paling sesuai untuk mengatasi gejala.

Pelatihan interaksi sosial, terapi ini membantu penderita untuk memahami perilaku sosial yang layak dalam situasi tertentu.

Selain itu untuk membantu anak mengendalikan gejala, orang tua juga dapat menerapkan beberapa hal sebagai berikut :

  • membiasakan pola makan yang sehat dengan makanan bergizi.
  • memastikan anak cukup tidur dan istirahat.
  • membatasi waktu anak menonton televisi, bermain video game, menggunakan ponsel dan komputer.
  • mengajak anak melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber :

Baihaqi & Sugirman.2006.Memahami dan membantu Anak ADHD.Bandung: Refika Aditama

alodokter dot com

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed