oleh

Retardasi Mental

Retardasi mental disebut juga mental subnormal, defisit mental, defisit kognitif, cacar mental, defisiensi mental, atau tuna grahita. Retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap, yang ditandai dengan adanya hendanya  (impairment) ketrampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia, yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial. Kelainan ini dapat disertai dengan atau tanpa gangguan mental ataupun fisik lainnya.

Pravelensi retardasi mental pada anak-anak di bawah umur 18 tahun di negara maju diperkirakan mencapai 0,5-2,5% , di negara berkembang berkisar 4,6%. Insidens retardasi mental di negara maju berkisar 3-4 kasus baru per 1000 anak dalam 20 tahun terakhir. Angka kejadian anak retardasi mental berkisar 19 per 1000 kelahiran hidup

hipnoterapi online

Faktor Risiko 

1. Faktor Ibu

  • Usia ibu ketika melahirkan kurang dari 16 atau lebih dari 40 tahun (atau kehamilan pertama lebih dari usia 35).
  • Kosangunitas atau hubungan darah yang dekat antara suami dan istri.
  • Abnormalitas serviks
  • Pelvis sempir, malnutrisi, dan riwayat abortus.
  • Adanya penyakit pernyerta, eperti diabetes melitus, nefritis, flebitis dan hipertensi internal.
  • Komplikasi kehamilan.

2. Faktor Perinatal

  • seksio caesaria setelah gagal melakukan persalinan normal.
  • adanya sianosis, prematuritas, hipoksia, prolaps tali pusat, abrupsio plasenta dan toksemia kehamilan.
  • lahir sungsang.

3. Faktor Neonatal

  • Cara menghisap yang abnormal.
  • adanya anomali daerah muka, asimetris ekstremitas, hipotonian dan adanya jejas.
  • adanya riwayat pemakaian oksigen, inkubator, kejang, muntah, demam, dan berat badan yang kurang berkembang.

Penyebab 

Penyebab retardasi mental sangat kompleks dan multifaktoral, tetapi secara garis besar dapat digolongkan menjadi 2 yaitu penyebab biologis dan penyebab psikososial.

1. Penyebab Biologis

  • kelainan kromosom atau genetik
  • kelainan syndrome metabolik
  • infeksi intrauterine dan intoksikasi
  • kelainan metabolik
  • bayi lahir sebelum masa perkembangan dalam janin selesai dengan sempurna.
  • infeksi, trauma, malnutrisi, dan kejang yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

2. Penyebab Psikososial

  • kemiskinan
  • keluarga yang tidak harmonis
  • interaksi anak-pengasuh yang tidak baik
  • penelantaran anak

Diagnosis 

Diagnosis anak dengan retardasi mental memiliki beberapa kriteria, mulai dari tes intelegensi, riwayat penyakit, laporan dari orangtua, laporan dari sekolah, pemeriksaan fisis, laboratorium, pemeriksaan penunjang serta tidak kalah pening adalah kemampuan adaptasi sosialnya. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab adanya retardasi mental adalah pemeriksaan fisis, pemeriksaan neurologi, pemeriksaan USG untuk mengetahui ada tidaknya kelainan cerebral dan jejas pada anak bayi yang ubun – ubunya masih belum tertutup dengan sempurna, pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi serta untuk melakukan screening PKU, dan pemeriksaan analisis kromosom dan DNA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber :

Lumbantobing, S.M., 2006 ; Neurologi klinis ; FKUI, Jakarta

Sularyo, T.S; Kadim, M., 2000. Retardasi Mental. Sari Pediatri Vol.2, No.3: 170-177.

Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC; 1995.

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed