Obesitas menurut WHO (2017) adalah penumpukan lemak berlebihan atau abnormal yang dapat mengganggu kesehatan. Penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi. Obesitas juga memiliki dampak terhadap kondisi kesehatan lain, sehingga dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti :

  1. Sindrom resistensi insulin
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Penyakit jantung koroner
  4. Gangguan pernapasan seperti, asma, nafas pendek, ngorok saat tidur dan tidur apnue (terhentinya pernapasan untuk sementara waktu ketika sedang tidur).
  5. Gangguan persendian

Faktor Risiko 

hipnoterapi online

Keturunan 

Seseorang yang mempunyai keluarga penderita obesitas, kemungkinan besar akan obesitas lebih besar dibandingkan orang lain. Parental fatness merupakan faktor keturuanan yang berperan besar. Jika kedua orang tua obesitas, maka 80% anaknya akan menderita obesitas. Namun, jika salah satu orang tuanya obesitas maka 40% anaknya akan menderita hal yang sama. Jika kedua orang tuanya tidak obesitas maka pravelensinya menjadi 14%.

Konsumsi Makanan

Secara biologis makanan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan energi, zat gizi, dan komponen kimiawi yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi makanan yang berlebihan, melebihi kebutuhan tubuh juga dapat menyebabkan terjadinya obesitas.

Sosial Ekonomi

Meningkatnya taraf hidup (kesejahteraan) masyarakat akan meningkatkan peluang untuk membeli pangan dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik, begitu juga sebaliknya. Selain itu pemilihan makanan yang salah juga akan menyebabkan kurangnya asupan buah dan sayur sehari-hari. Mengonsumsi buah dan sayur adalah salah satu upaya untuk dapat mencegah obesitas.

Jenis Kelamin 

Obesitas lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan dengan laki-laki, karena proporsi lemak pada wanita lebih tinggi dan banyak tersimpan di daerah panggul dibandingkan pria di daerah perut. Menurut WHO, perempuan lebih cenderung mengalami peningkatan penyimpanan lemak. Kecenderungan perempuan terhadap asupan makanan karbohidrat lebih banyak sebelum masa pubertas, sementara kecenderungan laki-laki mengonsumsi makanan kaya protein.

Aktivitas Fisik 

Aktivitas fisik akan membakar energi yang masuk, sehingga jika asupan kalori berlebih serta kurangnya aktivitas fisik akan menyebabkan tubuh mengalami obesitas atau kegemukan. Aktivitas fisik juga dapat menurunkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke dan diabetes.

Cara Mengatasi 

Mengatasi obesitas dapat dilakukan melalui program penurunan berat badan yang melibatkan dokter gizi, dokter endokrin atau psikiater. Program penurunan berat badan diantaranya sebagai berikut :

  1. Perubahan pola makan, tujuannya untuk mengurangi asupan kalori dan menjalankan kebiasaan yang lebih sehat. Cara terbaik menjalankannya adalah dengan mengganti makanan atau minuman tinggi kalori dengan beralih ke makanan banyak serat. Selain itu juga menghindari makanan dengan kadar gula dan garam yang tinggi atau makanan dengan pemanis buatan.
  2. Peningkatan aktivitas fisik, dengan olaharaga teratur setidaknya 150 menit perminggu dapat mencegah penambahan berat badan dan mempertahankan penurunan berat badan yang aman.
  3. Perubahan perilaku, upaya ini bisa dilakukan dengan mengikuti terapi atau support grup untuk mengubah pola pikir dan mengatasi masalah emosi atau perilaku terkait dengan konsumsi makanan. Anda bisa membuat janji dengan terapis di www.hipnoterapi.id  jika terkendala jarak dan waktu, anda juga bisa mengikuti sesi terapi secara online jarak jauh, untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi WhatsApp berikut https://wa.me/message/4MZ2JVSFY74JH1
  4. mengonsumsi ramuan herbal, yang cara membuatnya bisa anda simak di https://www.youtube.com/watch?v=-m1rDl6v3jk&feature=youtu.be

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*dari berbagai sumber

 

 

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed