Gangguan disosiatif adalah gangguan yang ditandai dengan perubahan perasaan individu tentang identitas, memori dan kesadarannya. Penderita akan sulit mengingat peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi dan melupakan identitas dirinya bahkan membentuk identitas baru. Biasanya gangguan ini muncul sebagai pertahanan diri menghadapi peristiwa traumatik dalam kehidupan. Seseorang yang mengalami gangguan ini berusaha melarikan diri dari kenyataan dengan cara yang tidak sehat. Penyebabnya bisa karena pengalaman traumatis  yang pernah terjadi pada masa kanak-kanak. Dapat berupa kekerasan fisik hingga pelecehan seksual.

Terdapat 3 jenis gangguan disosiatif diantaranya :

hipnoterapi online

Gangguan Disosiatif Amnesia 

Gejala utamanya adalah kehilangan ingatan yang parah dan sulit dijelaskan oleh kondisi medis. Penderita tidak dapat mengingat informasi tentang dirinya sendiri, peristiwa dan orang-orang disekitarnya tertama di masa trauma.

Fugue Disosiatif

Pada gangguan ini memori yang hilang lebih luas daripada amnesia disosiatif. Individu tidak hanya kehilangan seluruh ingatannya, tapi juga secara mendadak meninggalkan rumah dan pekerjaan serta memiliki identitas yang baru. Individu dengan gangguan ini tiba-tiba dapat memiliki nama yang baru, rumah, serta pekerjaan yang baru, bahkan membentuk karakteristik kepribadian yang baru.

Gangguan Identitas Disosiatif 

Jenis gangguan ini disebut juga gangguan kepribadian ganda. Penderita dapat mengalami perpindahan ke identitas lainnya. Penderita akan merasakan kehadiran dua orang atau lebih dikepalanya. Setiap identitas yang timbul memiliki nama dan karakter sendiri. Terdapat perbedaan pada suara, tingkah laku, hingga kebutuhan tertentu. Penderita gangguan ini biasanya juga mengalami amnesia disosiatif.

Gangguan Depersonalisasi 

Gangguan ini terjadi saat merasa bermimpi atau berada di luar dirinya sambil mengamati tindakan, perasaan, dan pikiran dari jauh seperti menonton film. Waktu terasa lebih lambat atau lebih cepat dan dunia tempak tidak nyata. Gangguan ini terus terjadi dan bergantian selama beberapa tahun. Gangguan ini ditandai dengan adanya perubahan persepsi secara berulang atau menetap tentang diri sendiri, penderita merasakan hilangnya keyakinan bahwa mereka adalah individu yang nyata.

Penyebab dan Gejala 

Penyebab utama gangguan disosiatif adalah pernah mengalami peristiwa traumatis. 90% orang dengan kondisi ini pernah memiliki riwayat kekerasan seksual dan emosional parah serta peristiwa traumatis parah seperti kecelakaan, gempa bumi, tsunami, tanah longsor atau perang. Gejala psikologis yang juga mungkin terjadi pada penderita diantaranya :

  1. sakit kepala parah dan nyeri pada tubuh.
  2. derealization (perasaan bahwa lingkungan sekitarnya asing, aneh dan tidak nyata)
  3. suasana hati mudah berubah dan depresi.
  4. depersonalisasi (merasa jiwanya terlepas dari raganya)
  5. mudah gelisah dan cemas
  6. mengalami amnesia atau merasakan distorsi waktu.
  7. mengalami gangguan tidur, sering mengalami mimpi buruk atau sleep walking.
  8. memiliki gangguan makan.
  9. halusinasi (persepsi palsu terhadap sesuatu, seperti mendengar suara yang sebenarnya tidak ada).
  10. mengalami masalah seks, seperti gairah seks menurun.
  11. penggunaan obat-obatan terlarang.
  12. melukai hampir 70% orang dengan split disorder pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Cara Mengatasi

Pada dasarnya tujuan pengobatan gangguan disosiatif adalah untuk meredakan gejala, memastikan keselamatan pasien dan orang sekitartnya, serta menghubungkan kembali kepribadian yang berbeda menjadi satu identitas yang terintegrasi dan berfungsi baik. Selain itu juga untuk membantu pasien memproses kembali ingatan yang menyakitkan, sehingga bisa membantu mengembangkan ketrampilan untuk mengatasi hal tersebut. Berbagai alternatif pengobatan yang dapat dilakukan diantaranya :

  1. terapi perilaku kognitif, bertujuan mengubah pola pikir, perasaan, perilaku menjadi lebih baik dan berfungsi normal kembali.
  2. eye movement desensitization and reprocessing (EMDR), yaitu teknik pengobatan untuk mengatasi mimpi buruk dan kilas balik peristiwa traumatis.
  3. terapi perilaku dialektik (DBT), yaitu jenis psikoterapi untuk orang dengan gejala split disorder yang parah terutama mereka yang mengalami pelecehan seksual.
  4. tidak ada obat untuk mengobati gangguan disosiatif, namun jika gangguan berkaitan dengan depresi dan kecemasan maka dapat diresepkan obat antidepresan atau anticemas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber:

halodoc dan hellosehat

Fauziah, Fitri dan Julianti Widuri, 2005, Psikologi Abnormal Klinis Dewasa, Jakarta: UI Press

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed