oleh

Menghadapi Trauma pada Anak Korban Kekerasan

Anak-anak yang menjadi korban tindak kekerasan umumnya dapat mengalami trauma. Trauma yang dialami anak akan berdampak pada kondisi psikologisnya, seperti perubahan suasana hati yang cepat, perilaku impulsif, ketakutan luar biasa, lekas marah, sikap agresif, serta perasaan cemas dan depresi. Kondisi ini akan menghambat perkembangan anak secara mental.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua terhadap anak korban kekerasan :

hipnoterapi online

1. Jauhkan anak dari tempat kekerasan terjadi

Berada di tempat kejadian perkara akan memancing ingatan dan emosi anak sehingga dapat memicu trauma. Apabila tindakan kekerasan terjadi di sekolah atau tempat kursus, maka sebaiknya orang tua tidak melanjutkan pendidikan anak di tempat tersebut. Cara lain adalah orangtua dapat mengonsultasikan perihal tersebut kepada guru sekolah untuk dapat dipertanggungjawabkan atau sebagai jalan mencari alternatif solusi.

2. Berikan rasa aman

Ketika anak mengalami suatu trauma, perihal yang dirasakan adalah lingkungannya terasa tidak aman. Rasa aman ditunjukkan melalui perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua. Pastikan Anda selalu ada untuknya dan berikan pengertian bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dengan begitu, kecemasan pada diri anak dapat berkurang dan meredakan traumanya.

3. Biarkan anak tetap tetap bersosialisasi

Memberikan rasa aman bukan berarti ‘mengurung’ anak di rumah dan menghindarkannya dari bermain dengan teman sebayanya. Membatasi sosialisasi anak justru akan menimbulkan rasa kesepian dan terisolasi pada diri anak. Rasa kesepian berpotensi mengingatkan anak pada kejadian traumatis yang pernah dialaminya dan memperbesar ketakutannya.

4. Alihkan perhatian anak dengan kegiatan positif

Anak yang mengalami trauma mendalam cenderung menunjukkan sikap murung, cemas, dan depresi. Untuk menghindarkannya dari perasaan tertekan tersebut, ajak anak untuk melakukan kegiatan menyenangkan yang positif dan disukai anak. engan begitu, pikiran negatif dan memori traumatis dapat teralihkan pada kegiatan-kegiatan tersebut.

5. Meminta bantuan psikolog untuk psikoterapi

Dalam menangani masalah trauma, umumnya psikolog akan melakukan usaha penyembuhan dengan metode psikoterapi. Anak akan diajak untuk berbicara dan didorong untuk mengekspresikan perasaannya. Pada tahap yang lebih lanjut, anak juga diarahkan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi ke ranah yang lebih positif. Di sini, tidak hanya anak yang diajak untuk bicara, tetapi juga orang tuanya—bersama anak maupun terpisah. Orang tua juga diarahkan bagaimana mengatasi trauma si anak.

6. Terus berikan dukungan kepada anak

Mengetahui buah hati menjadi korban tentu saja hati terasa teriris namun, apabila orangtua terus-terusan larut dalam kesedihan dan penyesalan, itu akan berdampak negatif terhadap anak. Melihat orang tuanya tertekan, anak juga akan ikut tertekan dan justru terlarut dalam traumanya. Anak yang mengalami trauma justru membutuhkan dukungan dan semangat positif dari lingkungannya, terutama dari orang tua. Untuk itu, tetaplah optimis bahwa ke depannya akan baik-baik saja.

Jika anak anda atau orang terdekat mengalami trauma yang berkepanjangan, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau terapis untuk mendapatkan solusi dengan tepat. Anda bisa membuat janji dengan terapis di www.hipnoterapi.id  jika terkendala jarak dan waktu, anda juga bisa mengikuti sesi terapi secara online jarak jauh, untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi WhatsApp berikut https://wa.me/message/4MZ2JVSFY74JH1 

 

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed