Emosi negatif seperti marah, sedih, takut, cemas hingga putus asa seringkali kita abaikan dan lebih suka menyambut emosi positif yang membuat seseorang merasa nyaman. Padahal sebagai manusia membutuhkan kedua emosi baik positif maupun negatif. Hal ini karena emosi-emosi tersebut ditujukan untuk sarana evaluasi diri akan hal-hal yang telah kita alami. Apabila kita terus menekan atau mengabaikan emosi-emosi negatif yang datang, tidak jarang akhirnya kita terjebak dalam lingkaran “kepura-puraan” atau istilah populer sekarang ini: toxic positivity. Berikut beberapa cara untuk mengelola emosi :

1. Jangan melarikan diri dari emosi yang dirasakan 

hipnoterapi online

Seringkali alih-alih menerima emosi negatif yang muncul dalam diri, seseorang justru lari dan menutupinya dengan hal-hal yang bisa meredakan perasaan tersebut. Kita memilih kabur dari apa yang sebenarnya harus kita hadapi, yaitu emosi yang ada dalam diri kita sendiri. arena ketidaknyamanan dalam hal ini emosi negatif adalah salah satu “alarm” bahwa diri kita sedang tidak baik-baik saja, saatnya kita kembali pada diri sendiri dan melihat apa yang sedang terjadi.

2. Berhenti untuk berusaha terlihat baik-baik saja dan cobalah untuk menjadi manusia seutuhnya

Seiring bertambahnya usia dan meningkatnya tanggung jawab kita bisa menjadi pemicu timbulnya rasa sedih dan emosi negatif lain. Terlalu banyak hal yang harus kita pikirkan, terlalu banyak hal yang mesti kita jaga dan terlalu banyak hal yang menuntut kita untuk menjadi “normal” dan terlihat baik-baik saja. Menjadi manusia seutuhnya tidak diartikan dengan menyingkirkan emosi-emosi negatif yang muncul. Justru dengan adanya emosi tersebut kita belajar untuk meresapi bahwa kita adalah manusia biasa yang tidak hanya bisa merasakan emosi positif saja, dan hal tersebut bukanlah sebuah keburukan yang harus ditutupi.

3. Menyiapkan emosi negatif dengan memberikan umpan balik positif 

Emosi negatif biasanya sulit diekspresikan karena kita terbiasa untuk melenyapkannya atau merasa bahwa emosi negatif cenderung dianggap sebagai sebuah kekurangan. Memberikan sebuah umpan balik yang positif untuk diri sendiri maupun orang lain bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan emosi negatif yang muncul.

Emosi yang hadir dalam diri kita bukan hanya sebagai bentuk bagaimana kita merasakan sebuah emosi, tapi juga bagaimana kita mengalami sebuah pengalaman suatu emosi serta memberikan nilai atau makna terhadap segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita.

 

Tidak ada salahnya untuk merasa sedih, marah, kecewa, takut maupun malu. Emosi-emosi yang kita kira membawa dampak buruk bagi kita bisa jadi merupakan tanda bahwa ada yang belum selesai dalam diri kita. Kita masih menyimpan isu-isu lama yang belum kita tuntaskan sehingga muncul emosi-emosi yang kita anggap negatif. Yang kita perlu lakukan adalah mengelola emosi-emosi tersebut hingga kita bisa menerimanya dan melepaskannya dengan baik.

Jika anda atau orang terdekat mengalami kesulitan dalam mengelola emosi negatif, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau terapis untuk mendapatkan solusi dengan tepat. Anda bisa membuat janji dengan terapis di www.hipnoterapi.id  jika terkendala jarak dan waktu, anda juga bisa mengikuti sesi terapi secara online jarak jauh, untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi WhatsApp berikut https://wa.me/message/4MZ2JVSFY74JH1 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : pijar psikologi dot org

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed