Fenomena ketindihan dalam sudut pandang ilmu pikiran

Istilah ketindihan

Ketindihan adalah kelumpuhan tidur (sleep paralysis). Penyebab utama ketindihan pada dasarnya disebabkan karena proses sinkronisasi otak dan tubuh yang sempat terganggu sewaktu tidur.

hipnoterapi online

Dalam keadaan tidur, terdapat dua fase utama yang terjadi, yaitu fase rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). Saat tidur, sebagian besar tubuh Anda akan berada di dalam fase NREM.

Pada fase tersebut, tubuh dalam keadaan rileks. Sementara itu pada fase REM, tubuh dalam keadaan rileks tetapi mata bergerak dengan cepat. Pada kondisi peralihan dari fase NREM dan REM, kadang seseorang terbangun dari tidurnya.

Nah, pada saat ia terbangun dalam kondisi peralihan ini, otaknya masih dalam keadaan tidur, seluruh ototnya juga masih lumpuh karena masih dalam keadaan rileks. Alhasil, Anda akan merasakan gejala ketindihan seperti tersadar dengan kondisi badan tidak bisa bergerak.

Nantinya, beberapa saat setelah mengalami kondisi sleep paralysis, otak dan tubuh akan perlahan akan sinkron kembali sampai benar-benar terbangun dari ketindihan.

Kelumpuhan tidur umumnya bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun gejala yang dialami penderitanya kadang menimbulkan rasa takut dan cemas untuk tertidur lagi.

Apakah Anda pernah mengalami ‘ketindihan’ dalam hidup Anda?

Hampir setiap orang saya rasa pernah mengalami ‘ketindihan’.

Fenomena ketindihan ini terjadi ketika kita tidur dan tiba – tiba badan kita terasa, seolah ada yang menindih, sehingga kita terbangun namun tidak mampu bergerak, terasa kaku. Kita dapat mengetahui keadaan di sekitar kita, namun kita tidak berdaya.

Boro-boro untuk menggerakkan badan, berteriak hendak minta tolong pun susah, mulut seakan ikut terkunci rapat.

Biasanya rasa takut mulai merasuki pikiran kita. Jangan- jangan ada ‘makhluk halus’ yang kebetulan lewat kemudian iseng-iseng makhluk halus tersebut menindih kita.

Biasanya kita akan mulai membaca ‘mantra’ pengusir setan. Kemudian perlahan-lahan kita mulai dapat menggerakkan ujung – ujung jari kita, dan akhirnya dapat bebas dari tindihan makhluk halus tersebut.

Penyebab ketindihan

1.Mengalami Gangguan Mental
Meski tidak diketahui apa hubungan pastinya, orang yang sedang mengalami gangguan kecemasan atau depresi dilaporkan sering mengalami kondisi “rep-repan”. Orang yang sedang mengalami gangguan mental juga cenderung minum minuman beralkohol, dan ini diyakini bisa memicu ketindihan.

2. Salah Posisi Tidur
Kebanyakan orang yang mengalami ketindihan saat tidur mengatakan bahwa itu terjadi saat posisi tidur mereka sedang telentang atau berbaring. Sedangkan orang yang tidurnya sering tengkurap atau miring, mengaku jarang mengalami sleep paralysis.

3. Mengidap Narkolepsi
Orang yang memiliki gangguan tidur narkolepsi biasanya akan mengalami mimpi atau halusinasi. Penderita narkolepsi juga dilaporkan sering mengalami kesulitan berbicara atau bergerak seperti ketindihan.

4. Penyebab Lainnya
Memiliki jadwal tidur yang tidak teratur, misalnya pada orang yang harus bekerja shift pagi dan malam bergantian
Memiliki anggota keluarga yang juga pernah mengalami kelumpuhan tidur.
Mengalami penyakit obstructive sleep apnea yang ditandai dengan sumbatan jalan napas saat tidur.

Cara mencegah ketindihan

  1. Usahakan untuk memiliki jadwal tidur yang teratur, termasuk pada hari libur.
  2. Tidur dalam kondisi yang nyaman, salah satunya dalam ruangan yang gelap.
  3. Hindari bekerja, belajar, dan nonton TV di atas tempat tidur.
  4. Hindari mengonsumsi makanan ’berat’ dalam dua jam menjelang tidur.
  5. Jika ada depresi atau gangguan cemas, segera berkonsultasi dengan psikiater.
  6. Lakukan hal yang bikin badan jadi lebih rileks atau menenangkan menjelang tidur, misalnya mendengarkan alunan musik, meditasi, atau berdoa.

Apakah benar hal tersebut yang Anda lakukan pada saat Anda ketindihan?

Fenomena ketindihan dipandang dari sudut pandang hipnoterapi adalah suatu fenomena biasa yang terjadi dalam pikiran seseorang ketika seseorang masuk dalam kondisi kedalaman hipnosis tertentu.

Kami menamakannya ‘catatonic state’, yakni suatu kedalaman dalam hipnosis yang ditandai dengan rasa kaku di seluruh tubuh. Orang yang mengalaminya tetap sadar, namun tidak mampu menggerakkan anggota badannya.

Sahabat, dalam satu hari minimum 2 kali kita menjelajah keadaan hipnosis yang sangat dalam ini, yakni sesaat akan tertidur dan sesaat akan bangun tidur.

Pada saat pikiran kita melewati kedalaman tertentu dan ‘mampir’ di kedalaman tingkatan kataton ini, maka terjadilah yang kita sebut dengan ‘ketindihan’.

Cara mengatasi tindihan

Kita harus tenang, dan menyadari hal tersebut. Rileks saja, tidak perlu panik. Setelah itu niatkan untuk keluar dari kondisi tersebut. Dalam hitungan 1…2…dan 3, Anda buka mata, bangun segar. dan buka mata Anda pelan-pelan. Namun jika tindihan ini sering terjadi pada anda dan mengganggu bisa di lalakukan terapi dengan hipnoterapi. Selengkapnya klik disini

konsultasi hipnoterapi

News Feed