oleh

Altruisme : Sikap Mementingkan Orang Lain Daripada Diri Sendiri

Altruisme merupakan sikap seseorang yang lebih memperhatikan atau mengutamakan kepentingan dan kebaikan orang lain, sikap ini berbanding terbalik dengan sikap egois yang mementingkan diri sendiri. Seseorang yang mengalami altruisme melakukan kebaikan dengan tulus tanpa pamrih, meskipun hal ini berdampak positif pada masyarakat dan termasuk perilaku terpuji, namun altruisme dapat berdampak buruk bagi pelakunya apabila dilakukan secara berlebihan.

Ada beberapa hal yang mungkin mendasari munculnya sikap altruisme, yaitu :

hipnoterapi online
  1. Faktor biologis
    Terdapat teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk membantu kerabatnya sendiri karena adanya hubungan genetik.
  2. Respon otak
    Altruisme merupakan perilaku yang mengaktifkan reward center didalam otak. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa melakukan tindakan altruisme membuat area dopaminergic ventral tegmental dan ventral striatum menjadi aktif, perasaan positif dan menyenangkan ini datang dari bagian otak tersebut.
  3. Faktor lingkungan
    Sosialisasi antar individu dapat memancing tindakan altruismekarena adanya hubungan timbal balik, bahkan hal ini juga terjadi pada anak usia dini.
  4. Norma sosial
    Sudah seperti sebuah keharusan untuk membalas kebaikan orang lain dengan cara yang sama atau bahkan lebih baik, hal ini dapat menjadi salah satu faktor munculnya sikap altruisme, tidak hanya norma sosial saja, ekspetasi dari masyarakat juga sangat mempengaruhi munculnya tindakan ini.
  5. Faktor kognitif
    Meskipun tindakan ini muncul dengan tulus dan tanpa mengharapkan imbalan apapun, namun secara kognitif ada ekspetasi yang ikut terlibat didalamnya. Filsuf psikologi sejak dahulu berdebat apakag ada sikap altruisme yang benar-benar tulus, ternyata tetao ada kepentingan tersembunyi yang mendorong seseirang untuk melakukan kebaikan pada orang lain, misalnya ketika seseorang mengalami perasaan tidak enak, maka ia akan keluar dan membantu orang lain, dengan fokus pada kebutuhan orang lain maka perasaan cemas atau perasaan tidak enak akan menghilang dengan sendirinya.

Altruisme menjadi hal baik jika dilakukan sewajarnya saja, namun ketika dilakukan secara berlebihan bisa menjadi pathological altruism, kondisi ini terjadi ketika seseorang terlalu ekstrem dalam melakukan tindakan altruisme sehingga apa yang dilakukan untuk orang lain justru berisiko.

Peduli terhadap orang lain dan berbuat baik pada orang lain bukanlah suatu kesalagan, namun apabila anda merasa rugi karena menolong orang lain cobalah untuk mengubah pola pikir anda, ingatlah bahwa diri sendiri juga penting dan terkadang harus lebih diutamakan daripada orang lain. Apabila kebiasaan ini sulit dihentikan bahkan sampai orang lain mengingatkan bahwa anda juga perlu peduli pada diri sendiri sebaiknya segera konsultasikan masalah ini pada psikolog atau terapis untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda bisa membuat janji dengan terapis di www.hipnoterapi.id  jika terkendala jarak dan waktu, anda juga bisa mengikuti sesi terapi secara online jarak jauh, untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi WhatsApp berikut https://wa.me/message/4MZ2JVSFY74JH1

 

 

 

 

*Sumber
alodokter dot com
sehatq dot com

konsultasi hipnoterapi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed